Selasa, 29 Oktober 2019

EKONOMI KREATIF PERTEMUAN KE 5 || Konsep Orisinalitas

      Suatu hal yang menarik, dimana sebuah bisnis dibangun atas upadaya sendiri, berdasarkan pemikiran, ide dan gagasan yang muncul sering kali bertabrakan dengan pemikiran ataupun konsep yang sama. Ya, kita berbicara tentang Orisinalitas, dimana konsep yang baru dan belum ada yang pernah memikirkannya sebelumnya, sebelumnya mungkin kita sepakat bahwa setiap hal yang kita pikirkan memiliki peluang besar untuk dipikirkan oleh orang lain. 
Namun demikian, sedikit sekali atau mungkin jarang orang berfikir dan langsung dituangkan dalam unsur suatu karya. Maka disinilah hal yang akan kita bahas, banyak sekali hal yang “similar” atau biasa kita sebut sejenis ataupun mirip, hal ini tentunya memancing si pemilik ide sebelumnya untuk meng-klaim hak cipta atas penggunaan ide ataupun metode tersebut.
Hasil gambar untuk wallpaper anime HD PC Nature


            Maka atas dasar itu, seorang pebisnis diharuskan untuk berfikir orisinil sesuai dengan isi pemikirannya, orisinil disini bukan dalam maksud apa yang dia pikirkan selalu beda dengan apa yang telah dibuat oleh orang lain. Maka disinilah celahnya, kita bisa mengambil peluang dengan menggunakan teknik ambil, tiru dan modifikasi atau yang kerap kali disingkat dengan ktm. Mungkin pada awalnya kita tidak akan membuat perubahan yang signifikan pada barang atau layanan jasa tersebut, namun seiring berjalannya waktu, seringnya kita dalam mengulang hal yang sama setiap saatnya menjadikan kita mahir dalam menciptakan hal tersebut.
Hasil gambar untuk orisinalitas            Dalam suatu kesempatan, kita sering kali secara tak sengaja menemukan ide yang bahkan bisa dikatakan “gila” menurut nalar pikiran kita, namun disitulah poinnya. Berfikirlah gila, namun bertingkahlah dengan karya, hingga apa yang kita kerjakan lambat laun menjadi nyata. Seperti itu terkadang lebih baik daripada membuang buang pemikiran kita selama ini, mungkin kita sering meremas kertas yang telah kita tulis atau mencoret tulisan tersebut. Kadang kita perlu berfikir maju untuk memperbaiki suatu hal, yaitu bahwa apa yang kita anggap salah dan perlu dibuang pada saat ini, bisa jadi menjadi sangat dicari dan dibutuhkan dimasa depan.
Hasil gambar untuk dr crazy            Oleh karena itu saya berfikir, bahwa sudah sedikit sekali orang yang gemar menyampaikan idenya karna jarangnya ia membaca, ia kurang memahami bahwa tokoh-tokoh penemu pada zaman dahulu perlu dianggap “gila” terlebih dahulu hingga ia benar-benar memperoleh pengakuan dari apa yang telah ia pikirkan sebelumnya. Jadi apa garis besarnya? Yaitu bahwa kita berfikir maka kita harus berani mengambil keputusan atas pemikiran tersebut, buanglah pemikiran bahwa apa yang kita sampaikan akan menjadi sia sia. Pemilik Kentucky harus berkeliling sampai kemana-mana untuk menawarkan menu yang mereka miliki sebelum akhirnya menjadi terkenal seperti sekarang.
Hasil gambar untuk wallpaper anime HD PC Nature
            Jadi intinya, teruslah berfikir, fikirkanlah sesuatu yang saat ini masih ada dan esok akan langka dan jadi sangat dibutuhkan. Terkadang apa yang membuat kita senang juga bisa menjadi bisnis untuk kita, rata-rata orang yang sukses dalam pekerjaannya menyatakan bahwa mereka mampu meraih semua itu karena mareka mencintai pekerjaannya. Apa yang dia karyakan adalah buah hasil dari kesenangannya terhadap suatu bidang, ketika orang hobi menulis maka teruslah menulis sampai kita memiliki sesuatu dari apa yang kita tulis. Dan juga pada suatu waktu kita perlu berfikir “beda” terhadap apa yang menjadi kesenangan kita. Saya perlu sedikit mengulangi kalimat saya pada artikel sebelumnya yaitu bahwa “Sedikit lebih beda, itu lebih baik, daripada sedikit lebih baik”.
Hasil gambar untuk sedikit lebih beda            Ketika kita hanya “sedikit lebih baik” dalam mengkaryakan sesuatu, maka kita akan dianggap “similar” atau sejenis dengan karya lainnya, namun ketika mau berfikir “out of the box” dan mengkaryakan sesuatu dengan “sedikit lebih beda” maka perbedaan itulah yang menjadi unik, dan hal itu lah yang akan membuat orang melihat karya kita. Dengan kata lain ,buatlah karya kita berbeda, walaupun hanya sedikit, buatlah orang mau melihat apa yang beda dari apa yang kita karyakan. Dengan demikian “feed back” dari karya yang kita hasilkan akan muncul dan menjadi masukan bagi kita dalam melahirkan karya – karya berikutnya.
            Maka dari semua pembahasan ini lah, sebuah alasan hadir, mengapa orisinalitas itu penting, karna kita berada pada era dimana karya itu benar – benar dilihat dan bukan hanya dinilai. Maka yang harus kita lakukan adalah menciptakan manfaat, maka ketika manfaat telah tercipta kita dapat membuat suatu karya dengan alur sesuai dengan manfaat tersebut. Kesesuaian antara adanya barang atau jasa dengan kebutuhan, permasalahan ataupun keresahan akan menciptakan peluang besar bahwa apa yang kita buat akan benar – benar laku. Maka kuncinya, kita harus terfokus terhadap apa yang dibutuhkan dan menjadikan karya kita benar – benar dibutuhkan atas dasar permasalahan tersebut.
Sekian dari pembahasan mengenai orisinalitas suatu produk.  Terima kasih yang masih setia membaca blog ini. Keep Charm Stay Focus See You Later^^























Hasil gambar untuk wallpaper anime HD PC 4K Yuzuriha inori
Yuzuriha Inori

EKONOMI KREATIF PERTEMUAN KE 4 || Modal Dasar Ekonomi Kreatif

       Untuk menggerakkan suatu perekonomian, diperlukan adanya penggerak, yang mana penggerak dari Ekonomi Kreatif disebut dengan Modal Dasar Ekonomi Kreatif. Banyak Industri yang mati karena kurangnya modal baik dalam segi material maupun immaterial. Hal ini tentunya menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan dimana hidupnya suatu perekonomian menjadi terancam.  
Berikut dalam artikel ini akan dijelaskan apa sajakah yang menjadi ketergantungan dari roda bisnis tersebut.
Hasil gambar untuk Modal Dasar Ekonomi Kreatif.

            Ketergantungan pada modal finansial menjadi salahsatu hal utama, karena dari dasar ini lah semua faktor produksi diawali dan dibuat sesuai dengan rencana produksi. Setiap rancangan anggaran yang dibuat memiliki ungensi terhadap output yang akan diperoleh suatu perusahaan, baik itu yang bersifat dasar maupun yang bersifat sekunder. Memang finansial bukan hal utama, namun menjadi salah satu penggerak bagi hidupnya hal-hal pokok yang terkait dengan finansial. Dan juga dari rancangan anggaran ini lah kita dapat menyusun rancangan-rancangan produksi. Maka perlu dipahami bahwa semua faktor yang ada dalam suatu usaha itu penting dan saling memiliki keterkaitan keterikatan untuk menjadikan semua itu menjadi sinergi.
Hasil gambar untuk modal finansial adalah            Hal lain yang tak kalah penting adalan ketergantungan akan bahan baku, tak lain halnya dengan ketergantungan akan finansial, justru ketergantungan pada bahan baku ini bersentuhan langsung dengan proses produksi, sehingga mau tidak mau hal ini tidak bisa dihilangkan. Hanya saja dari faktor bahan baku ini masih bisa disederhanakan, sehingga hal ini juga berdampak pada finansial ataupun anggaran, karna dengan menyusutnya / penyederhanaan bahan baku menjadikan lebih efisiennya anggaran. Pada realitanya faktor bahan baku ini berkaitan secara langsung dengan anggaran sehingga menyusutnya salahsatu dari keduanya sangat berpengaruh terhadap salahsatu lainnya. Namun kendati demikian, tak semua hal dapat dikurangi ataupun disederhanakan, sebab suatu output harus memiliki kualitas untuk mendapat income yang sesuai sehingga dapat menyokong kembali adanya produksi tersebut.
Hasil gambar untuk modal finansial adalah            Hal lain lagi adalah ketergantungan akan teknik dan metode produksi. Dewasa ini, orang – orang telah menggunakan berbagai teknik dan metode baru dalam proses produksi untuk meningkatkan efektifitas dalam produksi dan meningkatkan efisiensi anggaran. Sederhananya, di era digital ini banyak perusahaan yang mengurangi tenaga kerja manusianya dan diganti dengan mesin atau robot. Hal ini dilakukan terkait dengan efektifitas, di satu sisi banyak tenaga kerja yang kehilangan pekerjaannya, namun disisi lain hal ini mengurangi human risk atau human error pada saat produksi dimulai. Selain ini hal ini juga lebih efisien karena mengurangi beban gaji tenaga kerja yang ditanggung perusahaan, semua ini tentunya harus disikapi secara bijak.
            Yang tak kalah berpengaruh adalah ketergantungan pada desain dan merek dagang. Hal ini berkaitan langsung dengan faktor pemasaran, dimana desain dan merek dagang berpengaruh secara persuasif terhadap calon konsumen, cara suatu produk didesain ataupun desain itu sendiri maupun merek dagang yang dimiliki setidaknya mencirikan bahwa perusahaan itu benar-benar professional dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan bisnisnya. Lain halnya dengan bisnis yang belum mencantumkan desain maupun merek dagang, siapapun dapat mengakuisisi produk tersebut tanpa dapat dianggap melakukan suatu kesalahan.
Hasil gambar untuk teknologi 

Hasil gambar untuk sukses            Suatu bisnis juga memiliki ketergantungan pada pemasaran, dimana output dari suatu perusahaan dapat menghasilkan income bilamana pemasarannya dinilai “sukses” dalam memasarkan produk barang ataupun jasa tersebut. Hal ini kembali lagi pada bagaimana ide produk tersebut digagas, ketika produk tersebut benar – benar lahir dari keresahan atau permasalahan ataupun kebutuhan orang – orang pada kebanyakan, maka pemasaran dari produk tersebut pun menjadi lebih mudah. Sehingga dengan teknik pemasaran yang sederhana pun sudah dapat menarik minat dari calon konsumen barang atau jasa tersebut. Akan tetapi sebaliknya, apabila suatu barang dan atau jasa digagas tanpa banyak mempertimbangkan permasalahan yang ada ataupun kebutuhan, maka dalam pemasarannya akan menjadi lebih sulit.
Hasil gambar untuk modal intelektual            Yang tak kalah pentingnya dari pembahasan ini adalah kurangnya modal material ataupun modal intelektual, Dalam hal ini maka yang kita bahas adalah sumber daya, terutama sumber daya manusia. Dengan adanya sumber daya manusia yang unggul dapat melahirkan karya – karya yang kreatif dan serta menghasilkan suatu pemikiran akan suatu produksi dimana sumber daya bukan menjadi masalah yang besar. Saat ini sudah cukup banyak perusahaan yang menghadirkan produk – produk yang memiliki bahan dasar ringan atau bahkan tak perlu sumber daya yang real, melainkan sumber daya dari output tersebut hanya berasal dari intelektualitas para “penciptanya”. Dan itulah intinya, bahwa dalam Ekonomi Kreatif, intelektualitas tanpa batas lah yang menjadi roda penggeraknya. 
       sekian dari pembahasan kali ini. Keep Charm Stay Focus See you later^^
























EKONOMI KREATIF PERTEMUAN KE 3 || Membangun Karya Kreatif

     Didalam menciptakan suatu ide kreatif banyak hal yang perlu dipertimbangkan, banyak saran yang perlu ditampung dan banyak unsur yang akan ikut membangun. Membangun sebuah ide kreatif didasari suatu permasalahan (Problem), kita harus coba temukan  masalah apa yang terjadi, termasuk apa yang dibutuhkan orang – orang di zaman ini, apa yang belum ada, apa yang kurang, apakah ini dibutuhkan, dan banyak pertanyaan lain yang mendasari suatu permasalahan tercipta. 

    Suatu karya yang dibuat dari adanya suatu permasalahan ataupun kebutuhan diharap mampu memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga target pasarnya adalah orang – orang yang memiliki permasalahan tersebut. 
Hasil gambar untuk ide kreatif adalah

            Hal berikutnya yang menarik adalah solusi. 
Hasil gambar untuk solusi
Pembahasan akan solusi ini masih luas dan mampu menampung segala macam masukan, agar sebelum berada di titik akhir keputusan sebelum mengeksekusi suatu karya, kita memiliki banyak pilihan. Penting juga bagi kita untuk memiliki Key Metrics, yaitu indikator – indikator yang menyatakan kinerja dari hasil karya kreatif kita, tentang bagaimana karya kita dinilai berjalan dengan baik dan bisa diperbaiki apabila belum berjalan seperti semestinya.
            Hal selanjutnya yang penting dari suatu karya adalah value, value akan menjadi alasan mengapa konsumen lebih memilih produk kita daripada produk yang lain. Kita harus menonjolkan apa yang lebih dan apa yang “beda” dari karya yang telah kita buat, sehingga dengan demikian celah kegagalan dalam pemasaran produk hasil karya kita semakin kecil, bahkan bisa dikatakan konsumen tidak memiliki pilihan lain dalam menentukan produk mana yang akan dia gunakan selain produk kita, padahal masih ada produk – produk lain yang sejenis. Maka menjadi hal penting bagi kita untuk meletakkan “value” didalam karya kita.
Hasil gambar untuk Value
Hasil gambar untuk DIJUAL            Kita juga tak boleh lalai dalam meletakkan unsur Unfair Advantage dalam karya kita, yaitu sesuatu dalam karya kita yang benar – benar tidak dimiliki oleh yang lain. Seperti halnya hak cipta, konten aktual, dan lain sebagainya, sehingga tidak hanya layak “dijual”, namun karya kita juga tidak bisa ditiru oleh orang lain, sebab dalam suatu karya, yang menjadikan suatu produk menjadi gagal adalah keengganannya untuk berkembang dan pada akhirnya karya ciptaannya ditiru bahkan dimodifikasi ataupun dimutakhirkan oleh orang lain. Kegagalan tersebut dapat dicegah dengan selalu membuka diri terhadap perkembangan dan kebutuhan konsumen, sehingga konsumen merasa selalu terlayani dengan adanya peningkatan – peningkatan dari karya yang kita “jual”.
Hasil gambar untuk membeli            Hal yang penting bagi kita dalam “menjual” karya kita adalah dengan memahami customer segment, yaitu siapa sasaran dari produk yang kita hasilkan ataupun siapa kemungkinan yang akan “membeli” dan menggunakan barang atau jasa kita. Sehingga dalam pembuatan ataupun pengembangan karya tersebut menjadi signifikan. Sehingga antara kita menciptakan suatu karya dengan tujuan kita “menjual” karya tersebut menjadi hubungan yang realistis, jangan sampai kita membuat suatu karya yang “waw” tetapi dalam pemasarannya menjadi tidak realistis hanya karena customer segment yang salah. Contohnya saja, untuk menjual kopi ke kafe – kafe, kita juga harus memikirkan bagaimana kopi itu “dikemas”, dengan nama, moto, dan banyak hal lain yang dibuat biasa – biasa saja dan sama seperti kopi – kopi pada umumnya, maka harga kopi kita menjadi sama dengan kopi di luar kafe dan tidak akan laku untuk dijual di kafe, bahkan meskipun unsur utama dari kopi itu sendiri yaitu rasa memiliki nilai lebih, namun “pengemasan” tetap menentukan harga. 

Hasil gambar untuk menjual
SALE
Gambar terkait            Selanjutnya setelah menentukan customer segment kita juga harus memiliki “channels”, yaitu “orang-orang” yang akan menjadi tempat kita “menjual” produk kita ataupun menjadi penghubung untuk kita. Kita harus menentukan dimana karya kita “dijual”, melalui siapa karya kita dipasarkan, dan bagaimana karya kita dipromosikan, sehingga proses karya hingga “terjua” menjadi jelas dan dapat diulang – ulang. Dan sebelum memulai produksi kita juga harus memikirkan tentang “Cost Structure”, yaitu tentang anggaran tentunya, tentang biaya riset dan lisensi, biaya produksi, biaya kantor, gaji karyawan, biaya marketing dan lain sebagainya, sehingga kita bisa menentukan seberapa banyak atau seberapa luas karya kita dapat dipasarkan. Cost Struktur juga membahas efisiensi, sehingga kita bisa menekan anggaran untuk produksi, dan menaikan anggaran untuk investasi yang lain seperti riset dan pengembangan, promosi atau periklanan dan lain sebagainya.
Hasil gambar untuk wowww
wow
            Hal terakhir yang akan kita bahas kali ini adalah bahwa kita harus memikirkan bagaimana perusahaan yang kita bangun memperoleh penghasilan. Perusahaan yang kita bangun membutuhkan Revenue Streams atau sumber penghasilan agar bisnis yang kita bangun bisa tetap hidup. Revenue stream bisa berasal dari layanan yang bersifat sekali bayar atau one fee project. Atau kita bisa mencontoh dari beberapa perusahaan jasa layanan yang mendapatkan penghasilannya, dari fee yang kita berikan, bahkan seakan – akan kita mendapatkan semua layanannya secara gratis, dia memanfaatkan sisi lain dari jasa layanannya yang lebih menghasilkan untuk meng-cover layanan yang lain, sehingga semua faktor biaya tetap teratasi, dan customer pun juga tetap melayani. Berniat? Makanya kerja keras!

EKONOMI KREATIF PERTEMUAN KE 2 || Berfikir Kreatif

           Kreatifitas di era ini sangat diutamakan, diperhitungkan, bahkan menjadi hal utama bagi beberapa bidang bisnis yang berkembang belakangan ini. Menjamurnya industri kreatif juga memiliki dampak bagi industri – industri yang kaku dan tidak mau berkembang, bahkan bisa dibilang eksistensinya kian menghilang. Dalam kaitannya dengan pengadaan ataupun produksi barang dan jasa, kreatifitas bisa diaplikasikan dalam banyak hal, baik kreatifitas secara dasar yaitu menciptakan produk barang ataupun jasa yang baru, memodifikasi barang dan jasa “lawas” agar lebih relevan penggunaannya dengan masa sekarang ini, maupun penambahan nilai – nilai atau value dari suatu produk berupa barang dan jasa. Kreatifitas bisa diartikan dalam banyak hal baik secara definitif maupun secara pendekatan pengertian dari definisi itu sendiri. 
 
Gambar terkait

            Pada hakekatnya, ekonomi kreatif berada dalam pengertian yang ringkas, yaitu suatu kegiatan ekonomi yang mengutamakan pada kreatifitas berfikir untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda yang memiliki nilai komersial. Ada 4 jenis kreatifitas yang membentuk ekonomi kreatif, 
  • Pengetahuan
Hasil gambar untuk pengetahuan adalah
Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang.
  • Ekonomi Kreatif
Hasil gambar untuk EKONOMI KREATIF 
Ekonomi kreatif adalah sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama.
  • Budaya dan Kreatif
Hasil gambar untuk pengertian budaya kreatif
  1. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
  2. Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-cara baru dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang (thinking new thing).
  • Teknologi Kreatif. 

Teknologi kreatif adalah teknologi yang dibuat berdasarkan ide ide kreatif dari manusia.
Ketika unsur – unsur baru berupa kretifitas tak hanya ditemukan, namun juga dibiayai dan digerakkan, maka satu hal yang dinamakan ekonomi kreatif tersebut dapat berjalan dengan baik. Telah banyak Industri yang tak hanya berfikir kreatif dalam menjalankan usahanya, namun juga berani berkomtisi dengan menjadikan kretifitas sebagai salahsatu objek investasi. Di masa mendatang, kretifitas memang menjadi investasi yang menarik dan tak mudah untuk dinilai, ketika kreatifitas menjadi cocok dengan hal – hal tertentu seperti kebutuhan, kemudahan, kenyamanan dan lain sebagainya, maka investasi tersebut bisa dikatakan bernilai bahkan sangat menguntungkan.
            Terkadang dalam membangun ekonomi kreatif yang menjadi permasalahan adalah seberapa kreatifitas itu bisa memenuhi kebutuhan, memberikan kemudahan, kenyamanan maupun aspek – aspek lain yang sering kali terabaikan. Ekonomi Kreatif berperan sebagai strategi yaitu mendorong pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor pendapatan dan mempromosikan aspek-aspek sosial secara luar biasa. Dalam rangka meningkatkan peran kreatifitas serta peningkatan pertumbuhan ekonomi baik perbaikan kedalam maupun pengembangan ke luar, maka industri butuh dan perlu daya saing yang tak sekedar kokoh, namun visinya mampu menangkap segala peluang jangka dekat maupun jangka panjang.
            Lalu bagaimana? Mari kita mulai secara sederhana! Berfikir merupakan segala aktifitas mental yang ditujukan untuk membantu, merumuskan atau memecahkan masalah. Berfikir kreatif (Creativity Thinking) merupakan ungkapan (ekspresi) dari keunikan individu dalam interaksi dengan lingkungannya. Adapun tahap berfikir kreatif meliputi :
  
  1. Tahap Persiapan       : Tahap pencarian informasi dengan berbagai cara dan metode, secara indera maupun secara mekanisme. Memiliki arah pengenalan dan memahami lebih lanjut tentang pembaharuan dan tantangan. 
  2. Tahap Inkubasi                      : Tahap ini mengarahkan kita untuk menempatkan diri dalam suatu kondisi dimana kreatifitas terbangun, sehingga muncullan ide-ide baru maupun gagasan-gagasan yang menjadikan semakin bertumbuh kembangnya pengetahuan.
  3. Tahap Penemuan Ide            : Penemuan Ide terkadang tak hanya terlahir secara tiba-tiba, melainkan juga bisa dibangun dengan pembiasaan maupun pengulangan baik dari tahap pembuatan maupun modifikasi sehingga menguasai model dasar untuk menuju tahap penemuan ide-ide baru tersebut.
  4. Tahap Pengujian       : Ini merupakan tahap terpenting dimana dapat terlihat bahwa ide-ide ataupun gagasan-gagasan tersebut dapat terbukti atau tidak. Tahap ini dapat diteruskan ke tahap selanjutnya maupun diperbaiki dalam tahap revisi dan pengembangan.
Berikut ini adalah gambar tahapan proses berfikir kreatif: 
 
Hasil gambar untuk tahap berpikir kreatif tahap persiapan
Terdapat tiga metode dalam penemuan gagasan baru, yaitu:
  • Brainstorming
    Hasil gambar untuk brainstorming
  • Brainwriting 
Hasil gambar untuk brainwriting
  • Focus Group Discussion (FGD). 
Hasil gambar untuk fokus group diskusi
 Ketiga merupakan langkah-langkah ataupun tahapan-tahapan yang dapat dilakukan untuk memperoleh gagasan-gagasan atau ide-ide baru. Rata-rata ide atau gagasan dapat kita temukan melalui diskusi ataupun pembicaraan dalam topik-topik ataupun permasalahan-permasalahan tertentu, yang mana pembahasan yang didasari permasalahan tersebut menyulut ada munculnya ide baru untuk menghadirkan berbagai solusi kreatif.
Hal-hal yang begitu dihindari dalam penggalian potensi maupun ide-ide kreatif dimana Ekonomi Kreatif adalah adanya stagnis ataupun ide itu berhenti hanya sampai disitu saja. Kepuasan akan suatu ide atau gagasan juga menjadi hambatan dalam tumbuh kembangnya kekreatifitasan. Sedangkan pada kenyataannya kita perlu berfikir bahwa apa yang dibutuhkan akan selalu lebih dari hasil kreatifitas kita, sehingga membangun kreatifitas tak hanya menghasilkan satu tapi bahkan bisa lebih dari apa yang dibutuhkan.
Sebuah ungkapan mengatakan “Sedikit lebih beda lebih baik daripada sedikit lebih baik”. Kata ini mewakili pemikiran dari ekonomi kreatif itu sendiri bahwa Ekonomi Kreatif menuntut sesuatu yang baru, sesuatu yang beda, setidaknya sesuatu yang “usang” dengan cara yang baru. Contohnya saja, berdagang adalah sesuatu yang memang sudah ada dari dulu, tapi dagang online merupakan hal “usang” dengan cara baru. Tambahan lagi, penambahan frasa dalam suatu kalimat bahkan bisa mengubah pandangan orang akan kalimat itu sendiri, entah itu aneh, tidak normal dan lain sebagainya. Yap, mungkin itu saja sedikit artikel dari kami, tunggu artikel selanjutnya.