Kreatifitas di era ini sangat
diutamakan, diperhitungkan, bahkan menjadi hal utama bagi beberapa bidang
bisnis yang berkembang belakangan ini. Menjamurnya industri kreatif juga
memiliki dampak bagi industri – industri yang kaku dan tidak mau berkembang,
bahkan bisa dibilang eksistensinya kian menghilang. Dalam kaitannya dengan
pengadaan ataupun produksi barang dan jasa, kreatifitas bisa diaplikasikan
dalam banyak hal, baik kreatifitas secara dasar yaitu menciptakan produk barang
ataupun jasa yang baru, memodifikasi barang dan jasa “lawas” agar lebih relevan
penggunaannya dengan masa sekarang ini, maupun penambahan nilai – nilai atau
value dari suatu produk berupa barang dan jasa. Kreatifitas bisa diartikan
dalam banyak hal baik secara definitif maupun secara pendekatan pengertian dari
definisi itu sendiri.

Pada hakekatnya, ekonomi kreatif
berada dalam pengertian yang ringkas, yaitu suatu kegiatan ekonomi yang
mengutamakan pada kreatifitas berfikir untuk menciptakan sesuatu yang baru dan
berbeda yang memiliki nilai komersial. Ada 4 jenis kreatifitas yang membentuk
ekonomi kreatif,
- Ekonomi Kreatif
Ekonomi kreatif adalah sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama.
- Budaya dan Kreatif
- Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
- Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-cara baru dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang (thinking new thing).
- Teknologi Kreatif.
Teknologi kreatif adalah teknologi yang dibuat berdasarkan ide ide kreatif dari manusia.
Ketika unsur – unsur baru berupa kretifitas tak hanya ditemukan, namun juga dibiayai dan digerakkan, maka satu hal yang dinamakan ekonomi kreatif tersebut dapat berjalan dengan baik. Telah banyak Industri yang tak hanya berfikir kreatif dalam menjalankan usahanya, namun juga berani berkomtisi dengan menjadikan kretifitas sebagai salahsatu objek investasi. Di masa mendatang, kretifitas memang menjadi investasi yang menarik dan tak mudah untuk dinilai, ketika kreatifitas menjadi cocok dengan hal – hal tertentu seperti kebutuhan, kemudahan, kenyamanan dan lain sebagainya, maka investasi tersebut bisa dikatakan bernilai bahkan sangat menguntungkan.
Terkadang dalam membangun ekonomi
kreatif yang menjadi permasalahan adalah seberapa kreatifitas itu bisa memenuhi
kebutuhan, memberikan kemudahan, kenyamanan maupun aspek – aspek lain yang
sering kali terabaikan. Ekonomi Kreatif berperan sebagai strategi yaitu
mendorong pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor pendapatan
dan mempromosikan aspek-aspek sosial secara luar biasa. Dalam rangka
meningkatkan peran kreatifitas serta peningkatan pertumbuhan ekonomi baik
perbaikan kedalam maupun pengembangan ke luar, maka industri butuh dan perlu
daya saing yang tak sekedar kokoh, namun visinya mampu menangkap segala peluang
jangka dekat maupun jangka panjang.
Lalu bagaimana? Mari kita mulai
secara sederhana! Berfikir merupakan segala aktifitas mental yang ditujukan
untuk membantu, merumuskan atau memecahkan masalah. Berfikir kreatif
(Creativity Thinking) merupakan ungkapan (ekspresi) dari keunikan individu
dalam interaksi dengan lingkungannya. Adapun tahap berfikir kreatif meliputi :
- Tahap Persiapan : Tahap pencarian informasi dengan berbagai cara dan metode, secara indera maupun secara mekanisme. Memiliki arah pengenalan dan memahami lebih lanjut tentang pembaharuan dan tantangan.
- Tahap Inkubasi : Tahap ini mengarahkan kita untuk menempatkan diri dalam suatu kondisi dimana kreatifitas terbangun, sehingga muncullan ide-ide baru maupun gagasan-gagasan yang menjadikan semakin bertumbuh kembangnya pengetahuan.
- Tahap Penemuan Ide : Penemuan Ide terkadang tak hanya terlahir secara tiba-tiba, melainkan juga bisa dibangun dengan pembiasaan maupun pengulangan baik dari tahap pembuatan maupun modifikasi sehingga menguasai model dasar untuk menuju tahap penemuan ide-ide baru tersebut.
- Tahap Pengujian : Ini merupakan tahap terpenting dimana dapat terlihat bahwa ide-ide ataupun gagasan-gagasan tersebut dapat terbukti atau tidak. Tahap ini dapat diteruskan ke tahap selanjutnya maupun diperbaiki dalam tahap revisi dan pengembangan.

Terdapat
tiga metode dalam penemuan gagasan baru, yaitu:
- Brainstorming

- Brainwriting
- Focus Group Discussion (FGD).
Ketiga merupakan langkah-langkah ataupun
tahapan-tahapan yang dapat dilakukan untuk memperoleh gagasan-gagasan atau
ide-ide baru. Rata-rata ide atau gagasan dapat kita temukan melalui diskusi
ataupun pembicaraan dalam topik-topik ataupun permasalahan-permasalahan
tertentu, yang mana pembahasan yang didasari permasalahan tersebut menyulut ada
munculnya ide baru untuk menghadirkan berbagai solusi kreatif.
Hal-hal
yang begitu dihindari dalam penggalian potensi maupun ide-ide kreatif dimana
Ekonomi Kreatif adalah adanya stagnis ataupun ide itu berhenti hanya sampai
disitu saja. Kepuasan akan suatu ide atau gagasan juga menjadi hambatan dalam
tumbuh kembangnya kekreatifitasan. Sedangkan pada kenyataannya kita perlu
berfikir bahwa apa yang dibutuhkan akan selalu lebih dari hasil kreatifitas
kita, sehingga membangun kreatifitas tak hanya menghasilkan satu tapi bahkan
bisa lebih dari apa yang dibutuhkan.
Sebuah
ungkapan mengatakan “Sedikit lebih beda lebih baik daripada sedikit
lebih baik”. Kata ini mewakili pemikiran dari ekonomi kreatif itu sendiri bahwa
Ekonomi Kreatif menuntut sesuatu yang baru, sesuatu yang beda, setidaknya
sesuatu yang “usang” dengan cara yang baru. Contohnya saja, berdagang adalah
sesuatu yang memang sudah ada dari dulu, tapi dagang online merupakan hal
“usang” dengan cara baru. Tambahan lagi, penambahan frasa dalam suatu kalimat
bahkan bisa mengubah pandangan orang akan kalimat itu sendiri, entah itu aneh, tidak
normal dan lain sebagainya. Yap, mungkin itu saja sedikit artikel dari kami,
tunggu artikel selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar