Berikut dalam artikel ini akan dijelaskan apa sajakah yang menjadi ketergantungan dari roda bisnis tersebut.

Ketergantungan pada modal finansial menjadi salahsatu hal utama, karena dari dasar ini lah semua faktor produksi diawali dan dibuat sesuai dengan rencana produksi. Setiap rancangan anggaran yang dibuat memiliki ungensi terhadap output yang akan diperoleh suatu perusahaan, baik itu yang bersifat dasar maupun yang bersifat sekunder. Memang finansial bukan hal utama, namun menjadi salah satu penggerak bagi hidupnya hal-hal pokok yang terkait dengan finansial. Dan juga dari rancangan anggaran ini lah kita dapat menyusun rancangan-rancangan produksi. Maka perlu dipahami bahwa semua faktor yang ada dalam suatu usaha itu penting dan saling memiliki keterkaitan keterikatan untuk menjadikan semua itu menjadi sinergi.
Hal
lain yang tak kalah penting adalan ketergantungan akan bahan baku, tak lain
halnya dengan ketergantungan akan finansial, justru ketergantungan pada bahan
baku ini bersentuhan langsung dengan proses produksi, sehingga mau tidak mau
hal ini tidak bisa dihilangkan. Hanya saja dari faktor bahan baku ini masih
bisa disederhanakan, sehingga hal ini juga berdampak pada finansial ataupun
anggaran, karna dengan menyusutnya / penyederhanaan bahan baku menjadikan lebih
efisiennya anggaran. Pada realitanya faktor bahan baku ini berkaitan secara langsung
dengan anggaran sehingga menyusutnya salahsatu dari keduanya sangat berpengaruh
terhadap salahsatu lainnya. Namun kendati demikian, tak semua hal dapat
dikurangi ataupun disederhanakan, sebab suatu output harus memiliki kualitas
untuk mendapat income yang sesuai sehingga dapat menyokong kembali adanya produksi
tersebut.
Hal
lain lagi adalah ketergantungan akan teknik dan metode produksi. Dewasa ini,
orang – orang telah menggunakan berbagai teknik dan metode baru dalam proses
produksi untuk meningkatkan efektifitas dalam produksi dan meningkatkan efisiensi
anggaran. Sederhananya, di era digital ini banyak perusahaan yang mengurangi
tenaga kerja manusianya dan diganti dengan mesin atau robot. Hal ini dilakukan
terkait dengan efektifitas, di satu sisi banyak tenaga kerja yang kehilangan
pekerjaannya, namun disisi lain hal ini mengurangi human risk atau human error
pada saat produksi dimulai. Selain ini hal ini juga lebih efisien karena mengurangi
beban gaji tenaga kerja yang ditanggung perusahaan, semua ini tentunya harus
disikapi secara bijak. Yang tak kalah berpengaruh adalah ketergantungan pada desain dan merek dagang. Hal ini berkaitan langsung dengan faktor pemasaran, dimana desain dan merek dagang berpengaruh secara persuasif terhadap calon konsumen, cara suatu produk didesain ataupun desain itu sendiri maupun merek dagang yang dimiliki setidaknya mencirikan bahwa perusahaan itu benar-benar professional dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan bisnisnya. Lain halnya dengan bisnis yang belum mencantumkan desain maupun merek dagang, siapapun dapat mengakuisisi produk tersebut tanpa dapat dianggap melakukan suatu kesalahan.
Suatu
bisnis juga memiliki ketergantungan pada pemasaran, dimana output dari suatu
perusahaan dapat menghasilkan income bilamana pemasarannya dinilai “sukses”
dalam memasarkan produk barang ataupun jasa tersebut. Hal ini kembali lagi pada
bagaimana ide produk tersebut digagas, ketika produk tersebut benar – benar lahir
dari keresahan atau permasalahan ataupun kebutuhan orang – orang pada kebanyakan,
maka pemasaran dari produk tersebut pun menjadi lebih mudah. Sehingga dengan
teknik pemasaran yang sederhana pun sudah dapat menarik minat dari calon
konsumen barang atau jasa tersebut. Akan tetapi sebaliknya, apabila suatu
barang dan atau jasa digagas tanpa banyak mempertimbangkan permasalahan yang
ada ataupun kebutuhan, maka dalam pemasarannya akan menjadi lebih sulit.
Yang
tak kalah pentingnya dari pembahasan ini adalah kurangnya modal material ataupun
modal intelektual, Dalam hal ini maka yang kita bahas adalah sumber daya,
terutama sumber daya manusia. Dengan adanya sumber daya manusia yang unggul
dapat melahirkan karya – karya yang kreatif dan serta menghasilkan suatu pemikiran
akan suatu produksi dimana sumber daya bukan menjadi masalah yang besar. Saat
ini sudah cukup banyak perusahaan yang menghadirkan produk – produk yang
memiliki bahan dasar ringan atau bahkan tak perlu sumber daya yang real,
melainkan sumber daya dari output tersebut hanya berasal dari intelektualitas
para “penciptanya”. Dan itulah intinya, bahwa dalam Ekonomi Kreatif,
intelektualitas tanpa batas lah yang menjadi roda penggeraknya. sekian dari pembahasan kali ini. Keep Charm Stay Focus See you later^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar