Suatu hal yang menarik, dimana
sebuah bisnis dibangun atas upadaya sendiri, berdasarkan pemikiran, ide dan
gagasan yang muncul sering kali bertabrakan dengan pemikiran ataupun konsep
yang sama. Ya, kita berbicara tentang Orisinalitas, dimana konsep yang baru dan
belum ada yang pernah memikirkannya sebelumnya, sebelumnya mungkin kita sepakat
bahwa setiap hal yang kita pikirkan memiliki peluang besar untuk dipikirkan
oleh orang lain.
Namun demikian, sedikit sekali atau mungkin jarang orang
berfikir dan langsung dituangkan dalam unsur suatu karya. Maka disinilah hal
yang akan kita bahas, banyak sekali hal yang “similar” atau biasa kita sebut
sejenis ataupun mirip, hal ini tentunya memancing si pemilik ide sebelumnya
untuk meng-klaim hak cipta atas penggunaan ide ataupun metode tersebut.
Maka atas dasar itu, seorang
pebisnis diharuskan untuk berfikir orisinil sesuai dengan isi pemikirannya,
orisinil disini bukan dalam maksud apa yang dia pikirkan selalu beda dengan apa
yang telah dibuat oleh orang lain. Maka disinilah
celahnya, kita bisa mengambil peluang dengan menggunakan teknik ambil, tiru dan
modifikasi atau yang kerap kali disingkat dengan ktm. Mungkin pada awalnya kita
tidak akan membuat perubahan yang signifikan pada barang atau layanan jasa
tersebut, namun seiring berjalannya waktu, seringnya kita dalam mengulang hal
yang sama setiap saatnya menjadikan kita mahir dalam menciptakan hal tersebut.
Dalam suatu kesempatan, kita sering
kali secara tak sengaja menemukan ide yang bahkan bisa dikatakan “gila” menurut
nalar pikiran kita, namun disitulah poinnya. Berfikirlah gila, namun bertingkahlah
dengan karya, hingga apa yang kita kerjakan lambat laun menjadi nyata. Seperti
itu terkadang lebih baik daripada membuang buang pemikiran kita selama ini,
mungkin kita sering meremas kertas yang telah kita tulis atau mencoret tulisan
tersebut. Kadang kita perlu berfikir maju untuk memperbaiki suatu hal, yaitu
bahwa apa yang kita anggap salah dan perlu dibuang pada saat ini, bisa jadi
menjadi sangat dicari dan dibutuhkan dimasa depan.
Oleh karena itu saya berfikir, bahwa
sudah sedikit sekali orang yang gemar menyampaikan idenya karna jarangnya ia
membaca, ia kurang memahami bahwa tokoh-tokoh penemu pada zaman dahulu perlu
dianggap “gila” terlebih dahulu hingga ia benar-benar memperoleh pengakuan dari
apa yang telah ia pikirkan sebelumnya. Jadi apa garis besarnya? Yaitu bahwa
kita berfikir maka kita harus berani mengambil keputusan atas pemikiran
tersebut, buanglah pemikiran bahwa apa yang kita sampaikan akan menjadi sia
sia. Pemilik Kentucky harus berkeliling sampai kemana-mana untuk menawarkan
menu yang mereka miliki sebelum akhirnya menjadi terkenal seperti sekarang.
Jadi intinya, teruslah berfikir,
fikirkanlah sesuatu yang saat ini masih ada dan esok akan langka dan jadi
sangat dibutuhkan. Terkadang apa yang membuat kita senang juga bisa menjadi
bisnis untuk kita, rata-rata orang yang sukses dalam pekerjaannya menyatakan
bahwa mereka mampu meraih semua itu karena mareka mencintai pekerjaannya. Apa
yang dia karyakan adalah buah hasil dari kesenangannya terhadap suatu bidang, ketika
orang hobi menulis maka teruslah menulis sampai kita memiliki sesuatu dari apa
yang kita tulis. Dan juga pada suatu waktu kita perlu berfikir “beda” terhadap
apa yang menjadi kesenangan kita. Saya perlu sedikit mengulangi kalimat saya
pada artikel sebelumnya yaitu bahwa “Sedikit lebih beda, itu lebih baik,
daripada sedikit lebih baik”.
Ketika kita hanya “sedikit lebih
baik” dalam mengkaryakan sesuatu, maka kita akan dianggap “similar” atau
sejenis dengan karya lainnya, namun ketika mau berfikir “out of the box” dan
mengkaryakan sesuatu dengan “sedikit lebih beda” maka perbedaan itulah yang
menjadi unik, dan hal itu lah yang akan membuat orang melihat karya kita.
Dengan kata lain ,buatlah karya kita berbeda, walaupun hanya sedikit, buatlah
orang mau melihat apa yang beda dari apa yang kita karyakan. Dengan demikian “feed
back” dari karya yang kita hasilkan akan muncul dan menjadi masukan bagi kita
dalam melahirkan karya – karya berikutnya.
Maka dari semua pembahasan ini lah,
sebuah alasan hadir, mengapa orisinalitas itu penting, karna kita berada pada
era dimana karya itu benar – benar dilihat dan bukan hanya dinilai. Maka yang
harus kita lakukan adalah menciptakan manfaat, maka ketika manfaat telah
tercipta kita dapat membuat suatu karya dengan alur sesuai dengan manfaat
tersebut. Kesesuaian antara adanya barang atau jasa dengan kebutuhan,
permasalahan ataupun keresahan akan menciptakan peluang besar bahwa apa yang
kita buat akan benar – benar laku. Maka kuncinya, kita harus terfokus terhadap
apa yang dibutuhkan dan menjadikan karya kita benar – benar dibutuhkan atas
dasar permasalahan tersebut.
Sekian dari pembahasan mengenai orisinalitas suatu produk. Terima kasih yang masih setia membaca blog ini. Keep Charm Stay Focus See You Later^^
 |
| Yuzuriha Inori |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar