Suatu karya yang dibuat dari adanya suatu permasalahan ataupun kebutuhan diharap mampu memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga target pasarnya adalah orang – orang yang memiliki permasalahan tersebut.
Hal berikutnya yang menarik adalah
solusi.
Pembahasan akan solusi ini masih luas dan mampu menampung segala macam
masukan, agar sebelum berada di titik akhir keputusan sebelum mengeksekusi
suatu karya, kita memiliki banyak pilihan. Penting juga bagi kita untuk
memiliki Key Metrics, yaitu indikator – indikator yang menyatakan kinerja dari
hasil karya kreatif kita, tentang bagaimana karya kita dinilai berjalan dengan
baik dan bisa diperbaiki apabila belum berjalan seperti semestinya.
Hal selanjutnya yang penting dari suatu karya adalah value, value akan menjadi alasan mengapa konsumen lebih memilih produk kita daripada produk yang lain. Kita harus menonjolkan apa yang lebih dan apa yang “beda” dari karya yang telah kita buat, sehingga dengan demikian celah kegagalan dalam pemasaran produk hasil karya kita semakin kecil, bahkan bisa dikatakan konsumen tidak memiliki pilihan lain dalam menentukan produk mana yang akan dia gunakan selain produk kita, padahal masih ada produk – produk lain yang sejenis. Maka menjadi hal penting bagi kita untuk meletakkan “value” didalam karya kita.
Kita juga tak boleh lalai dalam
meletakkan unsur Unfair Advantage dalam karya kita, yaitu sesuatu dalam karya
kita yang benar – benar tidak dimiliki oleh yang lain. Seperti halnya hak
cipta, konten aktual, dan lain sebagainya, sehingga tidak hanya layak “dijual”,
namun karya kita juga tidak bisa ditiru oleh orang lain, sebab dalam suatu
karya, yang menjadikan suatu produk menjadi gagal adalah keengganannya untuk
berkembang dan pada akhirnya karya ciptaannya ditiru bahkan dimodifikasi
ataupun dimutakhirkan oleh orang lain. Kegagalan tersebut dapat dicegah dengan
selalu membuka diri terhadap perkembangan dan kebutuhan konsumen, sehingga
konsumen merasa selalu terlayani dengan adanya peningkatan – peningkatan dari
karya yang kita “jual”.
Hal yang penting bagi kita dalam
“menjual” karya kita adalah dengan memahami customer segment, yaitu siapa
sasaran dari produk yang kita hasilkan ataupun siapa kemungkinan yang akan
“membeli” dan menggunakan barang atau jasa kita. Sehingga dalam pembuatan
ataupun pengembangan karya tersebut menjadi signifikan. Sehingga antara kita
menciptakan suatu karya dengan tujuan kita “menjual” karya tersebut menjadi
hubungan yang realistis, jangan sampai kita membuat suatu karya yang “waw”
tetapi dalam pemasarannya menjadi tidak realistis hanya karena customer segment
yang salah. Contohnya saja, untuk menjual kopi ke kafe – kafe, kita juga harus
memikirkan bagaimana kopi itu “dikemas”, dengan nama, moto, dan banyak hal lain
yang dibuat biasa – biasa saja dan sama seperti kopi – kopi pada umumnya, maka
harga kopi kita menjadi sama dengan kopi di luar kafe dan tidak akan laku untuk
dijual di kafe, bahkan meskipun unsur utama dari kopi itu sendiri yaitu rasa
memiliki nilai lebih, namun “pengemasan” tetap menentukan harga. ![]() |
| SALE |
![]() | |
| wow |
Hal terakhir yang akan kita bahas
kali ini adalah bahwa kita harus memikirkan bagaimana perusahaan yang kita
bangun memperoleh penghasilan. Perusahaan yang kita bangun membutuhkan Revenue
Streams atau sumber penghasilan agar bisnis yang kita bangun bisa tetap hidup. Revenue
stream bisa berasal dari layanan yang bersifat sekali bayar atau one fee
project. Atau kita bisa mencontoh dari beberapa perusahaan jasa layanan yang
mendapatkan penghasilannya, dari fee yang kita berikan, bahkan seakan – akan
kita mendapatkan semua layanannya secara gratis, dia memanfaatkan sisi lain
dari jasa layanannya yang lebih menghasilkan untuk meng-cover layanan yang
lain, sehingga semua faktor biaya tetap teratasi, dan customer pun juga tetap
melayani. Berniat? Makanya kerja keras!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar