Seperti apakah teknologi komunikasi zaman dulu? Seperti apakah teknologi
komunikasi zaman sekarang? Mari kita pelajari perkembangan teknologi
komunikasi ini satu per satu! Teknologi Komunikasi Zaman Dulu
Orang-orang zaman dahulu sudah menggunakan alat-alat komunikasi. Tentu
alat-alatnya tidak secanggih sekarang. Pada zaman dulu, orang
menggunakan alat kentongan, tali, telik sandi, surat, dan kurir untuk
berkomunikasi. Kentongan, Alat ini digunakan dengan cara dipukul dengan
menggunakan sebuah alat yang terbuat dari kayu/ bambu. Telik sandi,
orang yang dipilih untuk mengintip atau menyusup masuk ke dalam
pertahanan musuh. ugas utamanya adalah mencari tahu kekuatan dan
kelemahan musuh. Kurir adalah orang yang ditunjuk untuk membawa pesan
khusus. Tali Pohon, Cara ini digunakan pada zaman penjajahan. Seutas
tali yang panjang dibentangkan dari satu pohon ke pohon yang lain, Di
ujung tali diberi kaleng atau alat-alat yang bila ditarik akan
mengeluarkan bunyi-bunyian. Bandingkan dengan Teknologi Zaman Sekarang,
Teknologi Komunikasi Zaman Pada dasarnya cara berkomunikasi itu ada dua
macam, yaitu komunikasi langsung dan komunikasi tidak langsung.
Komunikasi langsung terjadi bila dua orang atau lebih berbincang-bincang
dengan saling berhadapan muka. Sedangkan komunikasi secara tidak
langsung terjadi bila orang yang berkomunikasi menggunakan suatu alat
perantara. Biasanya orangnya tidak berhadapan secara langsung. Sekarang
marilah kita bahas perkembangan teknologi komunikasi saat ini. Telegram
ialah berita yang dikirim melalui telegraf. Kode-kode atau isyarat yang
digunakan untuk mengirim pesan melalui telegraf disebut morse.
Pada
nyatanya, permainan anak – anak pada zaman ini sudah berbeda dengan anak pada
zaman dahulu. Kita tidak bisa sepenuhnya menghindari bahwa teknologi sudah
masuk ke ranah permainan bahkan sampai kepada permainan anak – anak, maka dalam
hal ini kita tak hanya mengarahkan mereka untuk sesuatu yang baik untuk mereka
tapi kita juga perlu menciptakan. Budaya ataupun tata perilaku yang ditanamkan
pada permainan anak – anak zaman dahulu tidak harus sepenuhnya hilang tergerus
teknologi, namun dengan hadirnya teknologi kita harus tetap menanamkan budaya
dan identitas bangsa tentunya juga menggunakan teknologi. Dari budaya yang ada
kita bisa mengangkat nilai – nilai moral, etika dll ke dalam permainan yang
dapat meng edukasi anak – anak ataupun para pemainnya.
Permainan ataupun game yang hadir dan dimainkan oleh begitu banyak anak – anak selama ini mengandung materi futuristik dan tidak menampilkan budaya ataupun ciri khas permainan tradisional, kebanyakan orang menganggap bahwa permainan tradisional sudah usang dan menginginkan sesuatu yang baru, maka hal ini dapat dipandang sebagai peluang wirausaha berbasis budaya. Menjadi suatu tantangan besar untuk menggabungkan unsur budaya ke dalam permainan modern ataupun menjadikan permainan tradisional itu sendiri menjadi lebih futuristik dan menarik untuk digemari oleh kalangan masa kini. Sebab terdapat suatu sikap lagi pada era Ekonomi Kreatif ini yaitu bahwa penikmat karya kreatif mudah sekali bosan dan selalu menginginkan pembaharuan, maka disitulah kreatifitas para wirausahawan dipacu untuk terus mengikuti perkembangan setiap saatnya.
Saat
ini industri game memiliki begitu banyak peminat, baik dari para pemain maupun kreator
lain yang memanfaatkan adanya game ataupun permainan itu sendiri. Maka sector industri
game dan tantangan memasukkan unsur budaya ke dalamnya menjadi suatu peluang
yang “basah” dan sangat menarik untuk dikembangkan, sebab dari game itu sendiri
para kreator masih bisa mengembangkannya ke dalam bentuk lainnya seperti halnya
film, animasi 2D, animasi 3D, merchandise dan masih banyak hal lainnya yang
berkaitan. Hal ini tentunya akan lebih mudah jika kita mengangkat suatu tema ataupun
kisah tertentu, maka disitulah peran budaya dan ciri khas bangsa untuk
menyelaraskan antar bidang karya.
Oke
guys, sekian ulasan kita kali ini, semoga bermanfaat dan terimakasih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar